Saving Matrix (Clarke & Wright)
Menyusun rute kendaraan dari satu depot ke beberapa tujuan, meminimalkan jarak tempuh sesuai kapasitas kendaraan.
Untuk apa dipakai
- Mengambil keputusan atau menentukan prioritas
Data yang dibutuhkan
Daftar lokasi, satu baris per lokasi (baris pertama = depot/gudang asal), dengan kolom nama lokasi, koordinat X dan Y (atau garis lintang dan bujur), dan jumlah permintaan/muatan tiap lokasi.
Unggah file Excel (.xlsx) atau CSV. Aplikasi memeriksa kecocokan data dengan metode sebelum analisis dijalankan, dan token tidak terpotong bila analisis gagal.
Cara membaca hasilnya
Menyusun rute kendaraan dari gudang ke beberapa tujuan agar jarak tempuh total sehemat mungkin.
- Jumlah rute (kendaraan)
- Semakin sedikit rute, semakin hemat kendaraan dan biaya operasional yang dibutuhkan.
- Total jarak tempuh
- Jumlah jarak seluruh rute setelah digabung; bandingkan dengan jarak bila tiap titik dikirim sendiri-sendiri untuk melihat besar penghematannya.
- Pemakaian kapasitas tiap rute
- Mendekati 100% berarti kendaraan dipakai hampir maksimal; jauh di bawah itu berarti rute tersebut masih berpeluang digabung lagi.
Perlu diwaspadai
- Hasil ini adalah rute awal yang baik, bukan jaminan rute paling optimal secara matematis.
- Urutan kunjungan belum memperhitungkan kondisi jalan sebenarnya (macet, jalan satu arah, dan sejenisnya); sesuaikan secara praktis di lapangan.
Bantuan — proses & rumus
Tahap komputasi yang dijalankan OlahData untuk metode ini, lengkap dengan rumus dan rujukannya.
Jarak dihitung antara depot dan tiap titik tujuan, dan antar semua pasangan titik tujuan. Saving S(i,j) menyatakan berapa jarak yang dihemat bila titik i dan j dikunjungi dalam satu rute dibanding dikirim sendiri-sendiri dari depot.
S(i,j) = jarak(depot,i) + jarak(depot,j) − jarak(i,j)
Pasangan diurutkan dari saving terbesar; digabung ke rute yang sama bila keduanya masih menjadi ujung rute (belum terkunci di tengah) dan muatan gabungan tidak melebihi kapasitas kendaraan.
Proses penggabungan diulang sampai tidak ada lagi pasangan yang bisa digabung; hasilnya sejumlah rute, masing-masing dimulai dan diakhiri di depot.
Total jarak seluruh rute dibandingkan dengan total jarak bila setiap titik dikirim terpisah dari depot, untuk menunjukkan besarnya penghematan dari penggabungan rute.
| Ukuran | Ambang batas | Rujukan |
|---|---|---|
| Pemakaian kapasitas rute | mendekati 100% = efisien; jauh di bawah = masih berpeluang digabung manual | Toth & Vigo (2014) |
- Clarke, G., & Wright, J. W. (1964). Scheduling of vehicles from a central depot to a number of delivery points. Operations Research, 12(4), 568-581.
- Toth, P., & Vigo, D. (Eds.). (2014). Vehicle routing: Problems, methods, and applications (2nd ed.). SIAM.
Clarke & Wright (1964)
Contoh hasil
Contoh hasil dengan data fiktif untuk metode ini sedang disiapkan.
Cuplikan persiapan sidang
Contoh pertanyaan yang lazim diajukan penguji untuk metode ini.
Apa tujuan metode Saving Matrix?
Menentukan rute kendaraan dari satu depot ke beberapa titik tujuan agar total jarak tempuh seminim mungkin, dengan tetap memperhatikan kapasitas angkut kendaraan.
Bagaimana cara kerja algoritma ini?
Dihitung lebih dulu "penghematan" (saving) tiap pasang titik: seberapa jauh lebih hemat bila kedua titik dikunjungi dalam satu rute dibanding dikunjungi terpisah. Pasangan dengan penghematan terbesar digabung lebih dulu, selama kapasitas kendaraan masih cukup.
Daftar lengkap tersedia di halaman hasil untuk proyek berjenjang S1, S2, atau S3.
Ingin mencoba dengan data Anda?
Hasilnya disertai tabel, grafik, narasi, dan penjelasan prosesnya.