Uji validitas (korelasi item-total)
Menguji apakah tiap butir kuesioner valid.
Untuk apa dipakai
- Menguji kualitas kuesioner (validitas dan reliabilitas)
Data yang dibutuhkan
Minimal 2 kolom angka butir kuesioner dari satu variabel.
Unggah file Excel (.xlsx) atau CSV. Aplikasi memeriksa kecocokan data dengan metode sebelum analisis dijalankan, dan token tidak terpotong bila analisis gagal.
Cara membaca hasilnya
Menilai apakah tiap butir pertanyaan benar-benar mengukur konstruknya.
- r hitung dibanding r tabel
- Butir valid bila r hitung lebih besar dari r tabel (derajat bebas n − 2, taraf 5%).
- Nilai p (Sig.)
- Kurang dari 0,05 berarti butir berkorelasi nyata dengan skor total, jadi valid.
Perlu diwaspadai
- Butir tidak valid diperbaiki atau dikeluarkan, lalu analisis diulang.
- Validitas butir belum cukup; validitas konstruk dapat dicek dengan analisis faktor.
Bantuan — proses & rumus
Tahap komputasi yang dijalankan OlahData untuk metode ini, lengkap dengan rumus dan rujukannya.
Pengguna menentukan nama tiap variabel beserta daftar butir kuesionernya (minimal 2 butir per variabel). Hanya responden yang menjawab lengkap semua butir pada satu variabel yang dihitung untuk variabel itu (listwise), minimal 3 responden lengkap.
Skor total tiap responden untuk satu variabel adalah jumlah semua butir dalam variabel itu.
skor_total = Σ (semua butir dalam variabel)
Korelasi Pearson antara skor tiap butir dan skor total variabelnya (skor total masih memuat butir itu sendiri).
r hitung = corr(butir, skor_total)
Korelasi butir dengan jumlah butir lainnya saja (skor total dikurangi butir itu sendiri). Lebih konservatif karena tidak dipengaruhi oleh butir yang diuji.
r terkoreksi = corr(butir, Σ butir lainnya)
r tabel dihitung dari distribusi t dengan derajat bebas n−2, taraf signifikansi 0,05, dua sisi.
df = n − 2
t_kritis = invers sebaran-t pada (1 − 0,05/2), df
r tabel = t_kritis / √(df + t_kritis²)
Butir dinyatakan valid bila r hitung (atau r terkoreksi) lebih besar daripada r tabel. Hasil keduanya ditampilkan terpisah karena bisa berbeda, terutama pada variabel dengan sedikit butir.
Valid jika r hitung > r tabel, atau r terkoreksi > r tabel
| Ukuran | Ambang batas | Rujukan |
|---|---|---|
| Keputusan valid (r hitung) | r hitung > r tabel (df = n−2, taraf 0,05 dua sisi) | Field (2018) |
| Keputusan valid (r terkoreksi) | r terkoreksi > r tabel | Field (2018) |
- Kline, R. B. (2016). Principles and practice of structural equation modeling (4th ed.). Guilford Press.
- Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (5th ed.). SAGE Publications.
Mengikuti Kline (2016) dan Field (2018).
Contoh hasil
Contoh hasil dengan data fiktif untuk metode ini sedang disiapkan.
Cuplikan persiapan sidang
Contoh pertanyaan yang lazim diajukan penguji untuk metode ini.
Apa itu uji validitas dan apa yang diukur?
Validitas menilai apakah butir pertanyaan benar-benar mengukur konstruk yang dimaksud. Pada uji ini, skor tiap butir dikorelasikan dengan skor total.
Bagaimana kriteria butir dinyatakan valid?
Bila r hitung lebih besar dari r tabel pada derajat bebas n − 2 dan taraf 5%, atau nilai p kurang dari 0,05. Butir yang tidak valid diperbaiki atau dikeluarkan dan analisis diulang.
Daftar lengkap tersedia di halaman hasil untuk proyek berjenjang S1, S2, atau S3.
Ingin mencoba dengan data Anda?
Hasilnya disertai tabel, grafik, narasi, dan penjelasan prosesnya.