OlahData
Cara kerja Metode Tim Keunggulan Harga Desktop Masuk Minta akses
← Semua metode

Regresi linear sederhana dan berganda

Pengaruh satu atau beberapa variabel X terhadap Y.

Korelasi dan regresi Biaya: 2 token (Ringan)

Untuk apa dipakai

  • Menguji pengaruh variabel X terhadap Y

Data yang dibutuhkan

Satu kolom angka sebagai variabel terikat (Y) dan minimal satu kolom angka sebagai variabel bebas (X).

Unggah file Excel (.xlsx) atau CSV. Aplikasi memeriksa kecocokan data dengan metode sebelum analisis dijalankan, dan token tidak terpotong bila analisis gagal.

Cara membaca hasilnya

Menguji pengaruh satu atau lebih variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).

R kuadrat dan Adjusted R kuadrat
Persentase variasi Y yang dijelaskan model. Adjusted lebih adil bila variabel banyak.
Uji F (p)
Kurang dari 0,05 berarti model secara keseluruhan bermakna.
Koefisien (B) dan p tiap variabel
B: perubahan Y bila X naik satu satuan. p kurang dari 0,05 berarti pengaruh X signifikan.
Koefisien terstandar (Beta)
Membandingkan kekuatan pengaruh antarvariabel yang satuannya berbeda.

Perlu diwaspadai

  • R kuadrat rendah belum berarti model salah, terutama di ilmu sosial.
  • Periksa asumsi klasik sebelum menafsirkan.

Bantuan — proses & rumus

Tahap komputasi yang dijalankan OlahData untuk metode ini, lengkap dengan rumus dan rujukannya.

Responden yang datanya kosong pada variabel terikat (Y) atau variabel bebas (X) mana pun dibuang (listwise). Dibutuhkan minimal (jumlah variabel bebas + 3) responden lengkap.

Koefisien dihitung langsung lewat aljabar matriks (ordinary least squares), bukan iteratif.

β = (XᵀX)⁻¹ Xᵀy

R, R kuadrat, R kuadrat terkoreksi, dan galat baku estimasi, berdasarkan nilai prediksi model.

R² = SSR / SST R²_terkoreksi = 1 − (1 − R²)(n−1)/df_galat

Menguji apakah model secara keseluruhan (semua variabel bebas sekaligus) memprediksi Y secara signifikan.

F = rata_rata_kuadrat_regresi / rata_rata_kuadrat_galat

Tiap koefisien (B) diuji signifikansinya, disertai koefisien baku (Beta) agar bisa dibandingkan antar variabel bebas yang beda satuan, dan selang kepercayaan 95%.

t = B / galat_baku(B)

Shapiro-Wilk diterapkan pada galat (residual) model, bukan pada data mentah tiap variabel.

Tolerance dan VIF dihitung dari matriks korelasi antar variabel bebas, untuk mendeteksi variabel bebas yang terlalu berkorelasi satu sama lain.

VIF = diagonal dari invers matriks korelasi variabel bebas Tolerance = 1 / VIF

Galat kuadrat diregresikan kembali terhadap variabel bebas, untuk memeriksa apakah varians galat tetap atau berubah-ubah.

LM = n × R² dari regresi (galat)² terhadap variabel bebas

Memeriksa apakah galat berkorelasi dengan galat baris sebelumnya. Hanya bermakna bila urutan baris data mencerminkan urutan waktu/pengamatan.

d = Σ(galat_i − galat_i-1)² / Σ(galat_i)²
Ukuran Ambang batas Rujukan
Model signifikan (uji F) p < 0,05 —
Koefisien signifikan (uji t) p < 0,05 —
Multikolinearitas ekstrem Tolerance < 0,10 atau VIF > 10 Kline (2016)
Heteroskedastisitas Breusch-Pagan p < 0,05 Breusch & Pagan (1979)
Autokorelasi (Durbin-Watson) d ≈ 2 aman; jauh dari 2 perlu tabel dL/dU untuk kesimpulan formal Durbin & Watson (1950)
  • Kline, R. B. (2016). Principles and practice of structural equation modeling (4th ed.). Guilford Press.
  • Shapiro, S. S., & Wilk, M. B. (1965). An analysis of variance test for normality (complete samples). Biometrika, 52(3-4), 591–611.
  • Breusch, T. S., & Pagan, A. R. (1979). A simple test for heteroscedasticity and random coefficient variation. Econometrica, 47(5), 1287–1294.
  • Koenker, R. (1981). A note on studentizing a test for heteroscedasticity. Journal of Econometrics, 17(1), 107–112.
  • Durbin, J., & Watson, G. S. (1950). Testing for serial correlation in least squares regression: I. Biometrika, 37(3-4), 409–428.

Mengikuti Kline (2016) dan Durbin & Watson (1950).

Contoh hasil

Contoh hasil dengan data fiktif untuk metode ini sedang disiapkan.

Cuplikan persiapan sidang

Contoh pertanyaan yang lazim diajukan penguji untuk metode ini.

Apa arti koefisien regresi dan R²?

Koefisien menyatakan perubahan rata-rata Y bila X naik satu satuan dengan variabel lain tetap. R² adalah proporsi variasi Y yang dijelaskan model; sisanya dijelaskan faktor lain.

Asumsi klasik apa yang diuji?

Normalitas residu, tidak ada multikolinearitas, tidak ada heteroskedastisitas, dan (untuk data runtun waktu) tidak ada autokorelasi. Hubungan juga diasumsikan linear.

Daftar lengkap tersedia di halaman hasil untuk proyek berjenjang S1, S2, atau S3.

Ingin mencoba dengan data Anda?

Hasilnya disertai tabel, grafik, narasi, dan penjelasan prosesnya.

Minta akses

Metode lain di kelompok ini