Rumus Slovin
Menghitung jumlah sampel dari ukuran populasi dan batas kesalahan.
Untuk apa dipakai
- Menentukan jumlah sampel dan menyiapkan data
Data yang dibutuhkan
Tidak memakai file data: cukup jumlah populasi dan batas kesalahan.
Unggah file Excel (.xlsx) atau CSV. Aplikasi memeriksa kecocokan data dengan metode sebelum analisis dijalankan, dan token tidak terpotong bila analisis gagal.
Cara membaca hasilnya
Menghitung ukuran sampel dari jumlah populasi dan batas kesalahan.
- Ukuran sampel (n)
- Jumlah responden minimal menurut rumus.
- Batas kesalahan (e)
- Makin kecil, makin besar sampel yang dibutuhkan.
Perlu diwaspadai
- Slovin tidak memperhitungkan variasi data; cek juga kecukupan sampel untuk metode analisis Anda.
Bantuan — proses & rumus
Tahap komputasi yang dijalankan OlahData untuk metode ini, lengkap dengan rumus dan rujukannya.
Kalkulator ini tidak memakai data responden; hanya butuh ukuran populasi dan batas kesalahan yang diinginkan.
Rumus Slovin tidak mempertimbangkan tingkat kepercayaan maupun variasi populasi secara eksplisit.
n = N / (1 + N × e²)
Ketiga rumus dihitung dengan masukan yang sama untuk perbandingan, karena Slovin hanya optimal bila proporsi populasi diperkirakan mendekati 0,5 dan sering dipakai di luar kondisi itu.
| Ukuran | Ambang batas | Rujukan |
|---|---|---|
| Lingkup hasil | ukuran sampel untuk menaksir proporsi populasi pada sampel acak sederhana, bukan untuk uji hipotesis atau power | — |
- Tejada, J. J., & Punzalan, J. R. B. (2012). On the misuse of Slovin's formula. The Philippine Statistician, 61(1), 129–136.
- Cochran, W. G. (1977). Sampling techniques (3rd ed.). John Wiley & Sons.
Mengikuti Tejada & Punzalan (2012).
Contoh hasil
Contoh hasil dengan data fiktif untuk metode ini sedang disiapkan.
Cuplikan persiapan sidang
Contoh pertanyaan yang lazim diajukan penguji untuk metode ini.
Mengapa memakai rumus Slovin?
Karena populasi diketahui jumlahnya dan saya membutuhkan ukuran sampel dengan toleransi kesalahan tertentu secara sederhana. Rumusnya n = N / (1 + N·e²).
Mengapa batas kesalahan 5% (atau 10%)?
Itu kelaziman pada penelitian sosial. 5% berarti tingkat ketelitian lebih tinggi sehingga sampel lebih besar; 10% dipakai bila sumber daya terbatas. Saya menyebutkan alasan pilihan tersebut dalam penelitian saya.
Daftar lengkap tersedia di halaman hasil untuk proyek berjenjang S1, S2, atau S3.
Ingin mencoba dengan data Anda?
Hasilnya disertai tabel, grafik, narasi, dan penjelasan prosesnya.