Analisis tematik
Menemukan tema dari transkrip wawancara.
Untuk apa dipakai
- Menganalisis data wawancara atau teks
Data yang dibutuhkan
Minimal satu kolom teks (transkrip atau jawaban terbuka).
Unggah file Excel (.xlsx) atau CSV. Aplikasi memeriksa kecocokan data dengan metode sebelum analisis dijalankan, dan token tidak terpotong bila analisis gagal.
Bantuan — proses & rumus
Tahap komputasi yang dijalankan OlahData untuk metode ini, lengkap dengan rumus dan rujukannya.
Seperti pengkodean biasa, tiap kode diberi kata kunci; bedanya, tiap kode di sini wajib dikaitkan dengan satu tema (kelompok kode yang berbagi makna atau pola yang lebih luas), sesuai pendekatan Braun & Clarke (2006).
Sama seperti pengkodean: dokumen ditandai bila memuat kata kunci suatu kode; dokumen dihitung memuat suatu tema bila memuat minimal satu kode dari tema itu.
Tema dengan persentase dokumen tertinggi dianggap paling dominan dalam data; tumpang tindih antar kode (Jaccard) membantu melihat kode mana yang sering muncul bersama dalam dokumen yang sama.
Bila ada kolom kelompok, persentase dokumen yang memuat tiap tema dibandingkan antar kelompok dengan uji chi-kuadrat atau Fisher, untuk melihat apakah tema tertentu lebih menonjol pada kelompok tertentu.
| Ukuran | Ambang batas | Rujukan |
|---|---|---|
| Tema dominan | persentase dokumen tertinggi yang memuat tema itu | Braun & Clarke (2006) |
- Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.
- Saldaña, J. (2021). The coding manual for qualitative researchers (4th ed.). SAGE Publications.
- Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Braun & Clarke (2006)
Contoh hasil
Contoh hasil dengan data fiktif untuk metode ini sedang disiapkan.
Ingin mencoba dengan data Anda?
Hasilnya disertai tabel, grafik, narasi, dan penjelasan prosesnya.